Perbandingan Antara Metode Akuntansi Tradisional dan Metode Akuntansi Berbasis Nilai Wajar

Authors

  • Nur Kholik Universitas Udayana, Denpasar, Indonesia Author

Keywords:

Akuntansi Tradisional, Nilai Wajar, Biaya Historis, Laporan Keuangan, IFRS

Abstract

Perkembangan lingkungan bisnis yang semakin dinamis menuntut sistem akuntansi yang mampu menyajikan informasi keuangan secara relevan dan andal. Metode akuntansi tradisional yang berlandaskan biaya historis telah lama digunakan karena sifatnya yang objektif dan mudah diverifikasi. Namun, metode ini dinilai kurang mampu mencerminkan kondisi ekonomi aktual perusahaan. Sebagai alternatif, metode akuntansi berbasis nilai wajar (fair value accounting) berkembang seiring adopsi standar akuntansi internasional, seperti IFRS. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode akuntansi tradisional dan metode akuntansi berbasis nilai wajar dari aspek konsep, relevansi informasi, keandalan, serta implikasinya terhadap pengambilan keputusan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah buku teks akuntansi, standar akuntansi, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode akuntansi tradisional unggul dalam hal stabilitas dan objektivitas, sedangkan metode berbasis nilai wajar lebih relevan dalam mencerminkan kondisi pasar terkini. Namun demikian, penggunaan nilai wajar juga menghadapi tantangan terkait subjektivitas dan volatilitas laporan keuangan.

Downloads

Published

2026-07-30